Abses Otak – Gejala, Penyebab Dan Komplikasi

Abses Otak – Gejala, Penyebab Dan Komplikasi

Abses Otak adalah infeksi bakteri yang dapat mengakibatkan penimbunan nanah dalam otak dan pembengkakan pada organ tersebut. Kondisi ini terjadi setelah bakteri atau jamur masuk ke jaringan otak akibat cedera kepala atau infeksi pada jaringan lain.

Perlu Anda ketahui, otak adalah bagian dari sistem saraf pusat tubuh. Otak berfungsi sebagai sumber pusat komputer, menerima, mengambil gambar serta menyimpan data dari luar dan memberi feedback data.

Sistem imun, otak dan lapisan jaringan sekitar membantu melindungi otak dari infeksi. Namun, beberapa bakteri dan organisme lain dapat melewati lapisan pelindung ini dan menyebabkan infeksi. Ketika otak berespon pada gangguan ini dengan membuat ruang kecil berisi nanah, inilah yang disebut dengan abses.

Abses otak termasuk kondisi yang jarang terjadi dan dapat menyerang semua usia, namun lebih banyak ditemukan pada usia 30-45 tahun. Penyakit ini sangat membahayakan nyawa dan harus diatasi secepatnya. Risiko meningkat pada orang dengan riwayat penyakit seperti;

  • HIV/AIDS, kanker dan penyakit kronis
  • Infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media)
  • Sinusitis
  • Penyakit jantung bawaan (PJB)
  • Meningitis

Selain orang yang menderita beberapa penyakit diatas, risiko abses otak juga cukup tinggi pada orang yang mengalami cedera kepala berat, patah tulang tengkorak, pernah melakukan transplantasi organ, sedang menggunakan obat imunosupresif atau sedang menjalani kemoterapi.

Penyebab Abses Otak

Penyebab utama terjadi abses otak adalah terjadinya infeksi bakteri atau jamur yang masuk dalam jaringan otak, karena sistem daya tahan tubuh tidak bisa melawannya. Infeksi yang masuk ke dalam otak akan terkumpul di jaringan otak dan membentuk gumpalan nanah. Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan abses otak, yaitu:

  • Penyakit jantung sianotik. Penyakit jantung bawaan yang mengakibatkan jantung tidak mampu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh dan memicu terjadinya infeksi
  • Pulmonary arteriovenous fistula. Kelainan yang terjadi pada pembuluh darah paru, menyebabkan bakteri masuk ke dalam darah dan mengalir menuju otak
  • Infeksi. Seperti infeksi paru (pneumonia), infeksi jantung (endokarditis), infeksi rongga perut (peritonitis), infeksi panggul (cystitis) dan infeksi kulit

Gejala Abses Otak

Gejala abses otak umumnya dirasakan dalam hitungan minggu setelah infeksi, atau terkadang secara langsung. Inilah beberapa gejala dari abses otak:

  • Pusing hebat
  • Demam tinggi (diatas 38°C)
  • Mual dan muntah
  • Perubahan perilaku, misalnya merasa gelisah atau linglung
  • kejang-kejang
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Leher terasa kaku
  • Penurunan kemampuan merasakan sensasi, menggerakkan otot atau berbicara
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur, ganda atau buram

Apabila bayi atau anak-anak yang mengalami abses otak, gejala yang dpaat terjadi berupa:

  • Muntah
  • Menangis dengan nada tinggi
  • Otot tubuh terlihat kaku

Diagnosis Abses Otak

Pada tahap awal diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sambil menganalisa gejala dan riwayat medis pasien. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk menguatkan hasil diagnosis, seperti:

  • Pemeriksaan neurologi, meliputi pergerakan otot, sistem saraf, dan sensorik
  • Tes darah, memeriksa jika ada infeksi tertentu
  • Pemindaian, untuk melihat kondisi pembengkakan atau peradangan. Pemindaian yang dapat dilakukan meliputi foto rontgen, CT scan, EEG atau MRI
  • Pungsi lumbal. Pengambilan sampel cairan serebrospinal dari celah tulang belakang untuk memeriksa jika ada bakteri tertentu. Pemeriksaan ini tidak bisa dilakukan apabila penderita mengalami pembengkakan otak yang cukup parah, sebab dapat membuat tekanan pada otak memburuk

Komplikasi Abses Otak

  • Kerusakan otak sedang hingga parah
  • Epilepsi atau kejang-kejang
  • Meningitis, terutama pada anak-anak
  • Abses yang kambuh kembali
  • Otisis media
  • Sinusitis
  • Mastoiditis (infeksi tulang di belakang telinga)

Pencegahan Abses Otak

Abses otak seringkali dipicu oleh berbagai penyakit, maka melakukan pemeriksaan secara rutin dapat menjadi cara untuk mencegah terjadinya abses otak.

Untuk Anda yang menderita kelainan jantung, dokter biasanya akan memberikan antibiotik sebelum melakukan perawatan gigi atau tindakan lainnya untuk mencegah risiko infeksi menyebar ke otak. Selalu memberi tahu dokter sebelum melakukan tindakan medis apapun selama menjalani pengobatan abses otak.

Artikel Terkait :

    repliedkgo

Tinggalkan komentar

error: Cari Halaman Lain Aja Ya!!