Angina Pektoris – Gejala, Penyebab Dan Pengobatan

Angina Pektoris – Gejala, Penyebab Dan Pengobatan


Angina pektoris adalah kondisi berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah ke dalam miokardium. Gangguan ini terjadi bisa karena suplai oksigen yang turun atau kebutuhan oksigen yang meningkat.

Angina pektoris adalah penyakit yang banyak terjadi di masyarakat. Dan penyakit ini umumnya terjadi pada orang dewasa yang berusia antara 55 sampa 64 tahun dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki.

Jenis Angina Pektoris

Ada dua jenis angina yang bisa menyerang tubuh yaitu angina stabil dan angina tidak stabil.

  • Angina stabil – Jenis angina yang paling umum terjadi. Angina ini terjadi apabila jantung bekerja lebih keras dari biasanya seperti setelah berolahraga. Angina stabil memiliki pola teratur, umumnya membaik hanya dengan istirahat dan berbagai obat-obatan
  • Angina tidak stabil – Angina yang paling berbahaya. Angina tidak stabil tidak memiliki pola dan bisa terjadi tanpa aktivitas fisik. Jenis ini tidak membaik dengan istirahat atau obat-obatan, ini merupakan tanda awal Anda bisa terkena serangan jantung segera

Dalam Kondisi tertentu, penderita juga bisa mengalami angina varian atau angina prinzmental yaitu nyeri hebat yang terjadi ketika seseorang sedang beristirahat. Hal ini dapat dipicu oleh kejang urat atau penyempitan arteri sementara dan bisa mereda dengan obat-obatan.

Penyebab Angina Pektoris

Jantung merupakan organ utama dalam tubuh, yang mana peredaran darah dan oksigen harus selalu lancar agar organ tubuh lainnya bisa bekerja dengan baik. Darah dialirkan menuju jantung melalui dua pembuluh darah besar yang disebut dengan aretri koroner.

Dalam jangka waktu tertentu, arteri tersebut berisiko diendapi plak seperti lemak, kolesterol, kalsium dan zat lainnya yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan tersumbat (aterosklerosis). Kondisi ini menyebabkan otot jantung bekerja lebih, khususnya pada saat melakukan aktivitas berat yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan gejala angina pektoris.

Risiko seseorang terkena angina pektoris akan meningkat saat memasuki usia tua, memiliki keturunan kelainan jantung atau gejala angina serta kondisi medis lain seperti hipertensi, kolesterol tinggi serta diabetes. Selain beberapa faktor tersebut, gaya hidup juga menjadi faktor yang bisa meningkatkan risiko misalnya merokok, mengonsumsi alkohol berlebih, mengonsumsi makanan berlemak, kurang berolahraga, obesitas dan stres.

Gejala Angina Pektoris

Gejala utama dari angina pektoris adalah rasa nyeri pada dada seperti ditekan, berat dan tumpul. Nyeri bisa menyebar atau hanya dirasakan di lengan kiri, leher, rahang dan punggung, terutama pada wanita. Ada beberapa gejala lain yang menyerati terjadinya angina pektoris:

  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Mual
  • Keringat berlebihan
  • Gelisah
  • Merasakan nyeri seperti gejala penyakit asam lambung (GERD)

Penyakit angina pektoris umumnya terjadi waktu olahraga, stres, emosi yang parah atau setelah makan yang berat. Angina biasanya berlangsung dari 1 sampai 15 menit dan dibebaskan dengan istirahat atau dengan menempatkan tablet nitrogliserin di bawah lidah.

Diagnosis Angina Pektoris

Angina pektoris cukup sulit untuk dideteksi karena ada beberapa penyakit yang memiliki gejala yang sama seperti penyakit asam lambung. Selain melakukan tes fisik dan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan keluarga, ada beberapa tes yang dilakukan seperti:

  • Tes tekanan darah menggunakan tensi meter
  • Mengukur berat badan dan ukuran pinggul
  • Tes darah untuk memantau potensi pemicu seperti kolesterol, glukosa, protein dan fungsi organ hati
  • Tes urine untuk memeriksa fungsi ginjal

Ada beberapa tes lanjutan yang mungkin dilakukan diantaranya:

  • Elektrokardiogram (EKG) – Untuk memeriksa aliran listrik jantung dan memantau apabila ada interupsi pada irama jantung
  • Foto Rontgen dan CT scan – Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi otot, pembuluh darah dan ukuran jantung serta paru-paru
  • Tes toleransi olahraga (ETT) – Bertujuan untuk memantau toleransi jantung saat melakukan olahraga ringan hingga berat
  • Angiogram koroner – Memeriksa kondisi arteri jantung dengan menyuntikan zat pewarna khusus dan dipantau dengan memasukkan selang tipis dan lentur melalui pembuluh darah besar di paha menuju ruang jantung

Pengobatan Angina Pektoris Di Rumah

Pencegahan Angina Pektoris

Pencegahan bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik, diantaranya dnegan:

  • Berhenti merokok
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Konsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat, seperti nasi merah, roti, pasta, buah-buahan dan sayur-sayuran
  • Mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan tidak jenuh seperti sosis, daging berlemak, lemak babi, ikan goreng dan lainnya
  • Mengurangi konsumsi garam
  • Menjaga berat badan
  • Mengontrol kadar glukosa, kolsterol, dan tekanan darah secara rutin

Tinggalkan komentar

error: Cari Halaman Lain Aja Ya!!