Penyakit Kapalan – Gejala, Penyebab Dan Pengobatan

Penyakit Kapalan – Gejala, Penyebab Dan Pengobatan

Kapalan merupakan penebalan atau pengerasan pada kulit karena tekanan dan gesekan yang berlebihan. Kapalan atau yang disebut juga denga callus terbentuk sebagai reaksi tubuh untuk melindungi bagian kulit yang sensitif. kapalan biasanya muncul pada kaki, tumit, tangan atau jari yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri saat berjalan. Kulit yang terkena kapalan akan berwarna kekuningan.

Karena kulit yang terkena kapalan menjadi lebih tebal, maka bagian kulit kapalan tersebut menjadi kurang sensitif terhadap sentuhan. Beberapa kasus kapalan dapat terbentuk dari cara berjalan yang kurang tepat atau salah.

Penyebab Kapalan

Kapalan dapat terjadi saat berat badan menekan secara berlebihan salah satu area kaki. Kulit pada area kaki yang berlebihan tekanan ini akan menebal untuk melindungi jaringan dibawahnya. Rekasi alami dari tubuh ini yang menyebabkan kapalan terbentuk.

Berbagai aktivitas yang menyebabkan tekanan berulang pada suatu area tubuh bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kapalan. Kulit yang kering juga dapat mempermudah terjadinya kapalan, dan juga pada lansia yang mana jaringan lemak pada kulit sudah berkurang. Selain itu, ada beberapa penyebab umum terbentuknya kapalan,diantaranya:

  • Terlalu sering memainkan alat musik atau menggunakan peralatan tangan. Memainkan instrumen musik, menggunakan peralatan tangan bahkan menulis terlalu sering dapat menyebabkan munculnya kapalan.
  • Menggunakan sepatu yang tidak nyaman. Sepatu yang sempit atau memiliki hak tinggi dapat menekan sebagian kaki. Sebaliknya,saat Anda mengenakan sepatu yang terlalu longgat, kaki akan lebih sering bergesekan dengan bagian dalam sepatu, untuk itu gunakan se[atu yang tepat dan nyaman.
  • Tidak mengenakan kaus kaki. Tanpa memakai kaus kaki, gesekan akan langsung terjadi pada kulit kaki. Kaus kaki yang ukurannya tidak sesuai juga dapat menjadi penyebab terjadinya kapalan.

Faktor Risiko Kapalan

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kapalan, seperti:

  • Tidak Menggunakan sarung tangan. Menggunakan alat kerja terlalu lama tanpa penggunaan sarung tangan akan menyebabkan kulit tangan bergesekan dengan alat kerja. Semakin lama durasinya, maka akan semakin besar risiko kulit tangan terkena kapalan.
  • Hammertoe. Perubahan jari kaki, yang aman sendi jari kaki membengkok ke bawah seperti cakar, dapat memicu terjadinya kapalan
  • Bunion. benjolan pada sendi pangkal jempol kaki yang terbentuk dari tulang. Bunion mampu memicu kulit kaki membentuk kapalan
  • Perubahan fisik kaki lainnya. misalnya terbentuknya perkapuran, dapat menyebabkan suatu bagian pada kaki bergesekan dengan alas kaki lebih sering

Gejala Kapalan

Tanda-tanda terbentuknya kapalan pada kulit diantaranya berupa:

  • Ada sebagian kulit yang terasa kasar dan menebal
  • Rasa sakit dibawah kulit
  • Ada benjolan yang mengeras pada kulit
  • Sebagian kulit berubah menjadi kering, lunak atau terbelah

Kapalan memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi, dan jarang menimbulkan rasa sakit. Untuk orang yang menderita diabetes atau peredaran darah yang buruk, konsultasikan dengan dokter sebelum mengobati kapalan sendiri sebab cedera kecil sekalipun pada kaki dapat menyebabkan luka yang terinfeksi.

Diagnosis Kapalan

Ada dua cara yang dilakukan dokter dalam mendiagnosis kapalan, meliputi:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa penebalan pada kulit yang terjadi. Dari hasil pemeriksaan akan diketahui apakah penebalan kulit yang terjadi disebabkan kutil, kista atau kapalan.
  • Foto Rontgen. Dokter akan meminta Anda untuk memeriksa bagian kulit yang menebal dengan foto rontgen untuk melihat perubahan fisik yang dapat menjadi faktor risiko terbentuknya kapalan.

Pengobatan Kapalan

Penderita kapalan di kaki mungkin akan dianjurkan untuk tidak menggunakan sepatu hak tinggi dan menggunakan alas kaki dengan sel rata. Apabila kapalan berada pada kulit tangan, maka dokter akan menyarankan penggunaan sarung tangan saat beraktivitas. Berikut ini beberapa metode pengobatan kapalan yang umum dilakukan, yaitu:

  • Pemotongan kulit yang berlebih. Dokter ahli kulti akan memotong sebagian kapalan yang menebal dan mengeras agar menurunkan tekanan pada jaringan di bawah kulit yang keras.
  • Salep atau krim. Salep yang mengandung asam salisilat mungkin akan diberikan oleh dokter. Hati-hati penggunaan asam salisilat pada penderita diabetes dapat mengiritasi kulit dan memicu infeksi.
  • Sol sepatu khusus. Apabila penderita kapalan memiliki kelainan bentuk kaki, dokter akan memberikan sel khusus untuk ditambahkan ke sapetu agar kaki terhindar dari gesekan yang dapat menimbulkan kapalan.
  • Operasi. Metode ini mungkin dilakukan, meskipun kemungkinannya sangat kecil.

Tinggalkan komentar

error: Cari Halaman Lain Aja Ya!!